• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
73 dilihat       10 Maret 2026

Petani Subak Kumbuh Akui Keunggulan Padi Varietas Inpari 32

Gianyar, 10 Maret 2026 – dilaksanakan kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman padi Inpari 32 di Subak Kumbuh, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para petani subak bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Penyuluh BRMP Bali. Pengamatan ini sebagai bagian dari pendampingan kepada petani dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan di Kabupaten Gianyar.
 
Subak Kumbuh merupakan salah satu subak yang berada di Desa Mas, Kecamatan Ubud dengan luas lahan sekitar 24 hektar dan jumlah anggota 60 orang petani. Petani di Subak Kumbuh, mengakui keunggulan padi Inpari 32 yang dinilai mampu meningkatkan produksi dan memberikan hasil panen yang lebih baik dibandingkan varietas padi yang ditanam sebelumnya.
 
Salah seorang petani, Ni Nyoman Sumiyati, mengakui bahwa padi Inpari 32 menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik sejak awal masa tanam."Pertumbuhan padinya cukup bagus dan anakan yang muncul juga banyak. Batangnya kuat sehingga tidak mudah rebah walaupun terkena angin atau hujan,” ujarnya.
 
Pengakuan serupa juga disampaikan oleh petani lainnya, I Made Jodog, yang menilai hasil panen dari varietas ini cukup menjanjikan.
“Kalau perawatannya bagus, hasilnya bisa lebih tinggi dari varietas yang biasa kami tanam. Gabahnya juga terlihat lebih berisi sehingga kami berharap hasil panennya nanti lebih baik,” katanya.
 
Penyuluh pertanian Putu Eka Suwarjana, S.TP menjelaskan bahwa penggunaan varietas unggul seperti Inpari 32 merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.“Dengan penerapan teknik budidaya yang baik, potensi hasil dari varietas ini dapat mencapai sekitar 6–7 ton per hektar, bahkan bisa lebih,” jelasnya.
 
Desak Rai Puspa, (Penyuluh BRMP Bali menekankan pentingnya penerapan teknologi budidaya secara tepat untuk memperoleh produksi padi yang optimal. “Dengan penerapan teknologi budidaya yang baik seperti penggunaan traktor, Varietas Unggul Baru (VUB), pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama penyakit secara tepat, potensi hasil dari varietas Inpari 32 dapat dimaksimalkan oleh petani,” ujarnya.
 
Petugas benih tanaman, I Putu Gede Arya Pramana, S.P menambahkan bahwa selain memiliki potensi hasil tinggi, varietas Inpari 32 juga memiliki batang yang kuat serta mampu beradaptasi dengan baik pada lahan sawah irigasi seperti yang terdapat di wilayah Subak Kumbuh.
Pekaseh Subak Kumbuh, I Ketut Molog, mengatakan untuk mendukung pengembangan Inpari 32 petani di Subak Kumbuh membutuhkan bantuan traktor. " Karena keterbatasan traktor ini, petani sering harus sewa keluar desa. Sering kali jadwal tanam sudah tiba, tetapi lahan belum bisa diolah karena kami harus menunggu traktor dari luar. Keberadaan traktor sangat penting bagi petani untuk mempercepat proses pengolahan tanah sehingga penanaman padi dapat dilakukan lebih tepat waktu" ujarnya.
(Dsk)
Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    PM-AAS Berhasil Tingkatkan Hasil Panen di Subang
    31 Mar 2026 - By Admin
  • Thumb
    STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PANEN BENIH PADI BERSERTIFIKAT
    30 Mar 2026 - By Admin
  • Thumb
    Transformasi Pertanian Menuju Smart Farming Melalui Pemanfaatan Alsintan
    30 Mar 2026 - By Admin
  • Thumb
    Percepat Usulan CPCL BRMP Bali Gelar Rapat Koordinasi dengan Penyuluh dan Dinas Terkait
    30 Mar 2026 - By Admin
  • Thumb
    STANDAR PANEN BUAH KOPI UNTUK MENINGKATKAN KWALITAS MUTU GREEN BEANS YANG DIHASILKAN
    30 Mar 2026 - By Admin

tags

alsintan bali maju brmp bali gianyar info pertanian bali inpari 32 kementan ketahanan pangan padi sawah penyuluh pertanian petani bali subak kumbuh ubud varietas unggul

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected]

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved